Apa Itu EN ISO 374? Panduan Memilih Sarung Tangan Kimia yang Aman
Memilih sarung tangan pelindung bukan soal kenyamanan semata. Di lingkungan kerja yang bersentuhan dengan bahan kimia, pilihan yang salah bisa berujung pada cedera serius — bahkan tanpa kamu sadari.
Apa itu standar EN ISO 374?
Bayangkan kamu membeli sarung tangan kimia, memakainya, dan merasa aman — padahal bahan kimia yang kamu tangani perlahan meresap ke kulit. Tidak ada rasa perih, tidak ada tanda peringatan. Tapi kerusakan sudah terjadi dari dalam. Inilah yang ingin dicegah oleh standar EN ISO 374:2016.
Standar internasional ini dikembangkan oleh European Committee for Standardization untuk menguji dan mengklasifikasikan sarung tangan pelindung terhadap bahan kimia berbahaya dan mikroorganisme. Singkatnya: standar ini memastikan bahwa sarung tangan yang kamu pakai benar-benar melindungi, bukan sekadar terlihat melindungi.
Tanpa standar seperti ini, produsen bebas mengklaim produknya “tahan bahan kimia” tanpa bukti yang bisa diverifikasi. Dengan adanya EN ISO 374, kamu punya dasar yang jelas untuk membandingkan dan memilih produk yang sesuai kebutuhanmu.
Tiga hal yang diuji
Ada tiga aspek perlindungan yang dievaluasi dalam standar ini:
Penetrasi
Pengujian ini memeriksa apakah cairan atau udara bisa masuk melalui pori-pori mikro, jahitan, atau cacat pada material sarung tangan. Kalau gagal di sini, sarung tanganmu bocor — sesederhana itu.
Permeasi
Ini yang paling sering diabaikan. Beberapa bahan kimia bisa meresap secara perlahan melalui material sarung tangan yang terlihat utuh sekalipun — tidak terlihat, tidak terasa, tapi tetap berbahaya.
Pengujian permeasi mengukur breakthrough time: seberapa lama sarung tangan mampu menahan bahan kimia sebelum akhirnya tembus. Inilah angka yang paling krusial saat kamu memilih sarung tangan untuk pekerjaan dengan paparan kimia jangka panjang.
Degradasi
Kontak dengan bahan kimia bisa mengubah sifat material sarung tangan — menjadi keras, retak, atau justru melunak. Pengujian degradasi menilai apakah material tetap andal setelah terpapar bahan kimia, karena sarung tangan yang terdegradasi bisa memberikan perlindungan yang jauh lebih rendah dari yang tertera di label.
Klasifikasi tipe perlindungan
Berdasarkan hasil uji permeasi, sarung tangan kimia diklasifikasikan ke dalam tiga tipe. Yang penting dipahami: setiap tipe dirancang untuk kebutuhan paparan yang berbeda — bukan berarti satu tipe selalu lebih baik dari yang lain, melainkan tergantung pada jenis bahan kimia dan durasi paparan di tempat kerjamu.
| Type A | Paparan luas & intensif | Tahan terhadap minimal 6 bahan kimia, masing-masing selama minimal 30 menit |
| Type B | Paparan terbatas | Tahan terhadap minimal 3 bahan kimia selama minimal 30 menit |
| Type C | Paparan minimal | Tahan terhadap minimal 1 bahan kimia selama minimal 10 menit |
Kunci memilih sarung tangan yang tepat bukan soal membeli yang paling tinggi tipenya, tapi memahami risiko spesifik di lingkungan kerjamu — lalu mencocokkannya dengan produk yang sudah teruji untuk bahan kimia yang relevan.
Chemical Gloves CHG710 dari UGO Indonesia
Salah satu produk yang telah melewati pengujian standar EN ISO 374 adalah Chemical Gloves CHG710 dari UGO Indonesia. Dirancang untuk pekerja yang berhadapan langsung dengan bahan kimia berbahaya, CHG710 telah diuji secara resmi dan menunjukkan performa perlindungan yang baik terhadap sejumlah bahan kimia industri umum.
Hasil uji permeasi kimia
| Bahan kimia | Kode | Level perlindungan |
| Methanol | A | Level 2 |
| n-Heptane | J | Level 6 |
| Sodium Hydroxide 40% | K | Level 6 |
| Sulphuric Acid 20% | L | Level 3 |
| Hydrogen Peroxide 30% | P | Level 6 |
| Ammonium Hydroxide 25% | O | Level 5 |
| Formaldehyde 37% | T | Level 6 |
Level 6 = perlindungan lebih dari 480 menit. Semakin tinggi level, semakin lama sarung tangan mampu menahan bahan kimia tersebut.
Ketahanan mekanis (EN 388)
Perlindungan kimia saja tidak cukup. Di lapangan, sarung tangan juga harus tahan terhadap gesekan, tekanan, dan benturan ringan yang terjadi sehari-hari. CHG710 juga diuji berdasarkan standar EN 388:
| Properti | Hasil |
| Ketahanan abrasi | Level 3 |
| Ketahanan sayatan (blade) | Level 1 |
| Ketahanan sobek | Level 1 |
| Ketahanan tusukan | Level 1 |
Kombinasi ketahanan kimia dan mekanis ini membuat CHG710 cocok digunakan dalam kondisi kerja yang dinamis — bukan hanya di meja laboratorium, tapi juga di area produksi yang lebih fisik.
Cocok untuk berbagai sektor industri
CHG710 dirancang untuk lingkungan kerja yang beragam, termasuk:
- Industri kimia dan farmasi
- Laboratorium penelitian
- Pengolahan logam dan otomotif
- Industrial cleaning
- Pengolahan minyak dan gas
Dengan cakupan industri yang luas ini, CHG710 relevan untuk mayoritas lingkungan kerja berisiko kimia — terutama untuk kebutuhan perlindungan terhadap bahan-bahan kimia yang sudah diuji dan terdaftar di atas.
Kenapa ini penting buat kamu?
Masih banyak yang berasumsi semua sarung tangan pelindung itu sama. Padahal, tanpa standar pengujian yang jelas, sarung tangan hanya memberikan rasa aman — bukan keamanan yang sesungguhnya.
Kecelakaan kerja akibat paparan bahan kimia sering kali tidak langsung terasa. Gejalanya muncul perlahan: iritasi kulit, alergi, hingga kerusakan jaringan jangka panjang. Dan seringkali, penyebabnya bukan karena tidak memakai sarung tangan — tapi karena memakai sarung tangan yang salah untuk jenis bahan kimia yang dihadapi.
Dengan memahami standar EN ISO 374, kamu bisa:
- Memilih perlindungan yang tepat sesuai jenis paparan bahan kimia
- Mengurangi risiko cedera akibat kontak bahan berbahaya
- Memenuhi standar keselamatan kerja internasional
- Mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi
Keselamatan kerja bukan sekadar mematuhi aturan — ini soal memastikan setiap pekerja bisa pulang dengan selamat setiap harinya. Dan itu dimulai dari pilihan yang tepat, sekecil apapun — termasuk sarung tangan yang kamu pakai.
UGO Safety — Everything, Anytime, Anywhere.

